ARTIKEL DAN EDUKASI KESEHATAN
Dapatkan informasi terpercaya dan tips kesehatan dari para ahli kami
Detail Artikel & Edukasi Kesehatan
Artikel
Waspada Leptospirosis: Bahaya dan Cara Pencegahannya dengan Pola Hidup Bersih dan Sehat
30 Juli 2025 | Oleh: Humas RSUD Sawah Besar
Waspada Leptospirosis: Bahaya dan Cara Pencegahannya dengan Pola Hidup Bersih dan Sehat
Leptospirosis adalah salah satu penyakit menular yang sering muncul terutama pada musim hujan atau saat terjadi banjir. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira yang umumnya ditemukan pada urine hewan, khususnya tikus. Apabila urine yang terkontaminasi tersebut mencemari air atau tanah, maka manusia berisiko tertular ketika bersentuhan langsung, misalnya saat berjalan di genangan banjir tanpa pelindung.
Bagaimana Leptospirosis Menular?
Leptospirosis dapat menular melalui luka terbuka di kulit, selaput lendir (mata, hidung, mulut), atau saat air tercemar masuk ke tubuh. Orang yang sering terpapar air banjir, bekerja di area rawan genangan, atau tinggal di lingkungan dengan sanitasi buruk memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Gejala leptospirosis bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Beberapa tanda awal yang sering muncul adalah:
-
Demam mendadak disertai sakit kepala hebat.
-
Nyeri otot, terutama pada betis dan punggung.
-
Mata merah dan perih.
-
Mual, muntah, dan diare.
-
Pada kasus berat, dapat menyebabkan gangguan hati, gagal ginjal, hingga meningitis yang berakibat fatal.
Karena gejalanya mirip dengan penyakit lain seperti demam berdarah atau influenza, leptospirosis sering kali tidak terdeteksi sejak awal. Oleh karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terutama setelah terjadi kontak dengan air banjir.
Cara Mencegah Leptospirosis
Kabar baiknya, leptospirosis dapat dicegah dengan langkah sederhana yang berfokus pada kebersihan diri dan lingkungan. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:
-
Menggunakan pelindung seperti sepatu bot dan sarung tangan ketika harus beraktivitas di genangan air atau tempat kotor.
-
Menjaga kebersihan lingkungan dengan menutup rapat tempat penyimpanan makanan, membersihkan saluran air, dan mengendalikan populasi tikus.
-
Mencuci tangan dan kaki dengan sabun setelah kontak dengan tanah atau air yang mungkin tercemar.
-
Membuang sampah pada tempatnya agar tidak menjadi sarang tikus.
-
Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala demam setelah terpapar air banjir, agar bisa ditangani sejak dini.
Peran Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah kunci dalam pencegahan leptospirosis. Mulai dari kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan rumah, hingga mengonsumsi makanan dan minuman yang higienis, semua berkontribusi untuk melindungi tubuh dari infeksi.
Kesimpulan
Leptospirosis adalah penyakit serius yang bisa menyerang siapa saja, terutama di wilayah dengan sanitasi yang kurang baik atau saat terjadi banjir. Namun, dengan kesadaran tinggi, penerapan PHBS, serta tindakan pencegahan sederhana, kita dapat meminimalkan risiko penularan. Mari bersama-sama menjaga kebersihan diri dan lingkungan, sehingga terhindar dari bahaya leptospirosis dan menciptakan masyarakat yang lebih sehat.
Sumber:
https://www.instagram.com/reel/DMt6Rj3qHB-/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==