ARTIKEL DAN EDUKASI KESEHATAN
Dapatkan informasi terpercaya dan tips kesehatan dari para ahli kami
Detail Artikel & Edukasi Kesehatan
Artikel
Kenali Gejala Awal Demam Berdarah untuk Cegah Penularan Sejak Dini
30 Juni 2025 | Oleh: Humas RSUD Sawah Besar
Kenali Gejala Awal Demam Berdarah untuk Cegah Penularan Sejak Dini
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, termasuk di Jakarta. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penularannya yang cepat membuat kasus DBD sering meningkat terutama pada musim hujan, ketika genangan air menjadi tempat ideal berkembang biaknya nyamuk. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengenali gejala awal DBD agar penanganan bisa dilakukan sedini mungkin dan penularan dapat dicegah.
Gejala Awal Demam Berdarah
Gejala DBD biasanya muncul 4–10 hari setelah seseorang digigit nyamuk yang membawa virus dengue. Gejala yang paling sering ditemui antara lain:
-
Demam tinggi mendadak
Suhu tubuh bisa mencapai 39–40°C dan berlangsung selama 2–7 hari. Demam ini biasanya sulit turun dengan obat penurun panas biasa. -
Nyeri hebat di kepala, terutama di belakang mata
Gejala ini cukup khas pada penderita DBD. -
Nyeri otot, sendi, dan tulang
Karena itu, DBD sering juga disebut breakbone fever atau “demam tulang patah” karena rasa sakitnya bisa sangat mengganggu. -
Mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan
Gejala ini bisa menyebabkan penderita mengalami dehidrasi bila tidak diatasi. -
Muncul bintik-bintik merah di kulit (petechiae)
Bintik merah muncul akibat pecahnya pembuluh darah kecil, dan menjadi salah satu tanda khas infeksi dengue. -
Pendarahan ringan
Bisa berupa mimisan, gusi berdarah, atau mudah memar.
Jika tidak segera ditangani, gejala dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih parah seperti perdarahan hebat, penurunan tekanan darah drastis (syok), bahkan mengancam nyawa.
Pentingnya Deteksi Dini
Mengenali gejala awal DBD sangat penting karena semakin cepat penderita mendapatkan penanganan medis, semakin besar peluang untuk sembuh tanpa komplikasi serius. Jangan menunggu hingga gejala semakin parah. Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam tinggi yang tidak kunjung turun disertai gejala khas lainnya. Pemeriksaan laboratorium sederhana dapat membantu memastikan diagnosis melalui uji darah.
Pencegahan DBD
Selain mengenali gejala, langkah utama dalam menghadapi DBD adalah pencegahan. Beberapa upaya yang bisa dilakukan antara lain:
-
3M Plus: Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang wadah air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk, serta menambahkan upaya lain seperti menggunakan kelambu atau lotion antinyamuk.
-
Menjaga kebersihan lingkungan: Jangan biarkan sampah menumpuk atau ada genangan air di sekitar rumah.
-
Menanam tanaman pengusir nyamuk: Seperti serai wangi atau lavender.
-
Peran aktif masyarakat: Gotong royong membersihkan lingkungan sangat efektif mencegah nyamuk berkembang biak.
Kesimpulan
DBD adalah penyakit yang bisa dicegah dan dikendalikan dengan kesadaran serta peran aktif seluruh lapisan masyarakat. Mengenali gejala awal merupakan langkah penting agar pasien segera mendapatkan pertolongan medis yang tepat. Ingat, jangan menyepelekan demam tinggi mendadak, apalagi jika disertai sakit kepala hebat dan muncul bintik merah pada kulit. Dengan deteksi dini dan pencegahan yang konsisten, kita bisa bersama-sama menurunkan angka penularan DBD dan menjaga kesehatan keluarga serta lingkungan sekitar.
Sumber:
https://www.instagram.com/p/DLhoUtJPK_G/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==